Kamis, 15 Agustus 2013

MENULIS DAN MEMBACA

Membaca dan menulis merupakan dua hal berkait. Membaca bermanfaat karena dengannya kita dapat menyerap berbagai pengetahuan dan wawasan. Manfaat membaca akan melenturkan pola pikir agar tak purba. Orang yang jauh dari baca-membaca jelas akan tertatih-tatih menghadapi gelontoran perkembangan hidup yang cepat berubah da dengan sendirinya intelektualitas mereka menjadi terbatas. Banyak tokoh, negarawan, budayawan, seniman, dan orang-orang besar di bidangnya mula tumbuh dan menjadi sukses berkat padatnya intelektuality mereka dari membaca.
 
 Dulu, orang begitu haus dan sulit mencari bacaan karena  terbatasnya buku-buku dan koran yang terbit. Kini, jaman berubah, bacaan tersedia lengkap di toko buku atau perpustakaan, koran-koran banyak terbit, bahkan dunia digital banyak menyediakan bahan bacaan yang melimpah-limpah. Tidak ada alasan bagi kita untuk tak gemar membaca. Kegemaran membaca adalah batu asah kita agar tak tumpul.

Kegemaran membaca lazimnya akan ikut mendorong seseorang menjadi gemar menulis. Saat seseorang telah banyak menyerap pengetahuan dan wawasan dari membaca, ia akan terdorong berbagi itu dengan yang lain, biasanya lewat tulisan. Penulis yang baik pada mulanya adalah pembaca yang baik.

Banyak hal bisa orang tulis berkait wawasan dan pengetahuan yang ia punya. Menjadi penulis yang baik memang butuh belajar dan melewati proses bertahap. Mula-mula kita merangkak dan berkutat sebagai penulis pemula. Sebagai pemula, terlebih dahulu kita belajar menguatkan diri pada kegemaran menulis, misalnya konsisten menuangkan curahan hati di buku diary atau mengungkap berbagai perasaan  dengan menulis puisi. Semakin sering menulis membuat seseorang semakin terlatih. Bagi pemula yang sedang belajar, ada baiknya abaikan dulu kaidah-kaidah ketat kepenulisan yang dianggap sebagai sekat-sekat penghalang. Kaidah-kaidah itu wajib, penting, dan perlu setelah kita menginjak tahapan lanjut, setelah kita yakin sudah siap menjadi seorang penulis profesional.

Memiliki kepandaian menulis banyak manfaatnya. Selain kita bisa berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan dengan orang lain. kepandaian menulis dapat pula mendatangkan manfaat ekonomi. Penyair atau cerpenis, yang karya-karyanya telah dimuat di majalah atau koran tertentu, selalu mendapat imbalan berupa uang honor tulisannya. Begitu juga untuk karya tulis berupa novel atau buku, penulisnya berhak mendapat royalty dari penerbit. Untuk sampai ke tahap demikian, menjadi seorang penyair, cerpenis, essais, novelis, atau penulis buku handal, kita memang harus terus belajar dan bersabar dalam bergiat sampai tulisan kita benar-benar dianggap layak untuk dipublikasikan. Untuk kawan-kawan yang berminat menjadi penulis dan ingin mengirimkan karya-karyanya, berikut ini kami tampilkan alamat-alamat email beberapa surat kabar. Jangan takut mencoba mengirimkan karya-karya tulis Anda melalui alamat-alamat di bawah ini:

KOMPAS   
opini@kompas.co.id
opini@kompas.com

KORAN TEMPO
ktminggu@tempo.co.id

SEPUTAR INDONESIA
donatus@seputar-indonesia.com

SUARA MERDEKA
swarasastra@gmail.com

JAWA POS
sastra@jawapos.co.id

REPUBLIKA
sekretariat@republika.co.id

SUARA PEMBARUAN
koransp@suarapembaruan.com

SUARA KARYA
amiherman@yahoo.com

PIKIRAN RAKYAT
khazanah@pikiran-rakyat.com

KEDAULATAN RAKYAT
redaksi@kr.co.id

SINAR HARAPAN
redaksi@sinarharapan.co.id

SURABAYA POST
redaksi@surabayapost.info

LAMPUNG POST
lampostminggu@yahoo.com

BANGKA POS
redaksi@bangkapos.co.id

RIAU POS
habeka33@yahoo.com

SUMUT POS
redaksi@hariansumutpos.com 

GLOBAL MEDAN
tejapurnama@yahoo.com

PADANG EKSPRES
redaksi@padangekspres.co.id

MAJALAH SABILI
elkasabili@yahoo.co.id

MAJALAH UMMI
kru_ummi@yahoo.com

MAJALAH FEMINA
kontak@femina.co.id

MAJALAH STORY
story_magazine@yahoo.com

TABLOID NOVA
nova@gramedia-majalah.com 

Tidak ada komentar: